Image
0

Borneo Tak Lagi Tidur

borneoWarna hitam mendominasi daratan hanya cahaya kecil berkelabat dan bekerlap-kerlip menyambut burung besi yang saya tumpangi. Ini kali ketiga saya menginjakan kaki di Kalimantan. Pulau terbesar ketiga setelah Greenland dan Papua. Dikenal juga dengan nama Borneo. Tanah ini sering digambarkan sebagai raksasa yang sedang tidur. Sebuah perumpamaan yang mencerminkan Kalimatan. Dataran yang menyimpan segudang potensi dan dikuasi oleh tiga negara, Brunei, Malaysia dan Indonesia.

Tapi sepertinya itu sudah menjadi perumpamaan yang tidak lagi cocok. Sepertinya “Raksasa” yang telah lama tertidur mulai menggeliat, mengerjapkan matanya dan menyingkirkan sisa-sisa kotoran yang menutupi matanya. Sebuah bangunan megah menjulang menjadi buktinya. Ya Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman atau Bandara Sepinggan yang telah beroperasai selama beberapa tahun menjadi beranda Kalimantan. Sepinggan merupakan salah satu aiport terbesar dan termegah di indonesia. Bahkan menempati posisi 6 terbaik didunia. Raksasa ini mulai menunjukan taringnya.

Jam menunjukan pukul setengah 12 malam saat saya mendarat di kota Balikpapan, selisih satu jam dari Jakarta. Bersyukur akhirnya perjalanan selama 2 jam berjalan mulus. Sejujurnya saya tidak begitu suka trasportasi udara. Selalu membuat saya mengkhayalkan hal-hal buruk terjadi, dasar anak kampung!

Tidak pernah terpikirkan akan menginjakkan kaki ditanah ini lagi. Berawal dari sebuah pesan singkat dari kantor yang membuat saya “Terdampar” di sini. Namun masih 2 jam perjalanan darat yang harus saya tempuh menuju samarinda. Kota Samarinda akan menjadi tempat saya memulai perjalanan di Black Borneo.

Menggunakan taksi saya membelah hutan Kalimantan menuju Samarinda. Tengah malam dan melewarti hutan. Membayangkannya saja sudah membuat saya merinding. Berkelebat ingatan-ingatan tentang berita pembegalan yang mayat korbanya digeletakan begitu saja di pinggir hutan. Membuat mata yang sudah berat dipaksa untuk terbuka, waspada saya membatin.

Taksi mulai melaju, membelah kesunyian kota Balikpapan. Tidak butuh waktu lama mobil sudah berada dipingiran kota. Tidak ada kemacetan. Jalan-jalan sunyi dan hanya sesekali saya berpapapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan. Jangan harap ada lampu penerangan jalan, hanya lampu mobil yang menerangi sepanjang pejalanan. Rutenya mirip dengan jalan-jalan dipuncak, naik turun dan sedikiti bergelombang.

Untuk mengusir kantuk yang sudah menggelayut sedari tadi, saya berbincang dengan sopir.

Amir, Pria tambun kelahiran Makasar ini berasal dari suku Bugis. Sudah 7 tahun merantau di Kalimantan. Ketika itu usianya baru menginjak 17 tahun. Dengan bermodal nekat, dia merantau ke Balikpapan menumpang truk. Tanpa sanak saudara ataupun kenalan. Namun yang dia yakini, setiap usaha pasti ada jalan dan akan mudahkan. Dan disinilah dia sekarang, menjadi sopir salah satu perusahaan taksi.

Dari perbincangan kami, ternyata Amir sudah sering melewatai jalur Kalimantan poros selatan ini. Walapun medannya berbukit dan melewati hutan, tapi tidak penah dia bertemu begal atau semacamnya. Hal yang belum tentu bisa ditemukan di tempat lain.

Jalur ini sebenarnya jalur lama yang memang sering dilalui dan jalur yang menghubungkan dengan perusahan-perusahaan yang beropasi disini. Namun pemerintah dengan programnya infrastruturnya sudah mulai membangun jalan tol yang akan membelah hutan Kalimantan. Dengan menggunakan jalan tol, nantinya jarak tempuh Balikpapan- Samarinda hanya memakan waktu 1 jam. Setangah pejalanan sudah dilalui, rasanya mata sudah tidak bisa berkompromi. Akhirnya saya menyerah dengan kantuk yang amat sangat.

Rasanya saya hanya terlelap sesaat. Ketika mata terbuka kenadaraan sudah memasuki pinggiran kota Samarinda. Islamic Center Samarinda menyambut dengan kemegahanya. Lampu-lampu menghiasai setiap sudutnya, seolah mengatakan “Selamat datang di Samarinda” tanah yang tidak lagi tidur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s